Dijewer Guru Agama, Siswa SD Diopname | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Poker Online Poker Online Terpercaya Bandar Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Dijewer Guru Agama, Siswa SD Diopname

Poker Online Poker Online

Hanya gara-gara meminjam mistar milik adik kelasnya, Hendra Setiawan (9), siswa kelas 4 SD Inpres 12/79 Awang Cenrana, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dianiaya oleh gurunya. Akibatnya Hendra mengalami luka dan harus diopname di Rumah Sakit (RS) lantaran terus mengalami muntah.

Hendra Setiawan

Peristiwa yang menimpa Hendra terjadi sejak empat hari yang lalu. Awalnya, korban meminjam mistar milik murid kelas I ditegur oleh guru agamanya berinisial Bu. Tak hanya itu, korban mengaku telinganya juga dijewer hingga kepalanya terbentur ke tembok. Akibatnya, korban langsung pingsan dan terus muntah-muntah.

“Gara-gara dilarang saja pinjam mistar jadi ditarik telinganya sama guru agamanya, sekarang dia terus muntah, untung kepalanya sudah tidak terlalu sakit,” ujar Nurcaya, orangtua korban.

Orangtua korban langsung melarikan Hendra ke RSUD Tenriawaru dan mendapatkan rujukan ke RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Lantaran kondisi putri Nurcaya dan Andi ini terus memburuk, pihak keluarga akhirnya melaporkan persitiwa yang dialami oleh anaknya ke pihak berwenang, di ruang penyidik Polisi Resor (Polres) Bone, korban tetap terbaring lemah dan sesekali muntah.

Terkait peristiwa ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan. Jika terbukti guru honorer yang berinisial Bu (30) akan dijerat Undang-undang nomor 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara.

“Tadi baru melapor dan sempat muntah di sini. Setelah kami terima laporannya, kami serahkan ke Unit Perlindungan Anak,” tegas Aiptu Sunu Salwito, Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (KA SPKT) Polres Bone.

Share this post:

Recent Posts