Gak Jadi Di Tilang, Karena Pemuda Ini Bantah Dengan Ilmu Fisika | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Poker Online Poker Online Terpercaya Bandar Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Gak Jadi Di Tilang, Karena Pemuda Ini Bantah Dengan Ilmu Fisika

Poker Online Poker Online

Ada berbagai cara dan alasan untuk bebas dari jeratan tilang polisi. Bisa pura-pura ingin menjenguk keluarga sakit, pura-pura ingin buru-buru BAB, bisa juga melawannya dengan gertakan.

Gak Jadi Di Tilang, Karena Pemuda Ini Bantah Dengan Ilmu Fisika

Pemuda yang satu ini mempunyai cara yang lebih konyol, yakni menantangnya menggunakan rumus fisika. Kejadian terjadi pada 7 Oktober 2012. Ketika itu, seorang polisi menunggang motor bersirine mengejar sebuah mobil.

“Pagi, Dek,” sapa polisi tersebut, lalu meminta surat izin mengemudi (SIM) dan KTP pria etnis India yang ada dalam mobil.

Menurut polisi, pria tersebut bersalah karena tidak berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah. Namun, pengemudi bersikukuh bahwa ia tidak melanggar lalu lintas. “Saya nampak 100 persen lampu kuning, saya jamin tak ada lampu merah,” kata pengemudi itu berdalih.

Ia lantas bertanya, berapa jarak polisi itu saat mengejar mobinya. Dijawab, 200 meter. Dengan pengetahuan fisikanya, ia membantah tuduhan oknum polisi itu, dengan menggabungkan sudut kecuraman bukit, kecepatan mobilnya, latitude, momentum mobil, kecepatan angin. “Saya tak ada waktu membuat masalah, saya mau pergi kuliah, belajar fisika,” kata pengemudi itu.

Entah mengerti atau tidak, polisi tersebut akhirnya menerima penjelasan pengemudi dan mengembalikan SIMnya. “Jangan ulangi lagi ya,” ucap si polisi.

Share this post:

Recent Posts