Heboh! Beredarnya Rekaman Penyuapan Polisi Di Sulsel | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Togel Online Agen Bola Agen Bola Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Heboh! Beredarnya Rekaman Penyuapan Polisi Di Sulsel

Poker Online Poker Online

Bulukumba, Baru-baru ini beredar sebuah rekaman suara yang diduga merupakan praktek suap kepada polisi terkait kasus bom ikan. Rekaman ini beredar ke sejumlah warga di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Rekaman suara berdurasi 9 menit 33 detik itu, berisi percakapan dengan dialek khas Sulawesi Selatan. Terdengar jelas pembicaraan tersebut dilakukan oleh perantara (keluarga) pelaku utama bom ikan berinisial Amr, dengan petugas pengawasan dari Dinas Perikanan dan Kelautan.

Perantara tersebut menuturkan bahwa seseorang bernama Hal telah memberikan uang sebesar Rp 50 juta kepada oknum kepolisian berinisial MI dari Satuan Buser Polres Bulukumba dan AD dari Polsek Bontobahari. Kuat dugaan, uang tersebut merupakan uang suap.

Apalagi, dalam rekaman juga terdengar bahwa MI sudah membagi-bagikan uang tersebut ke petugas yang menangani kasus bom ikan lainnya. Tujuannya agar pelaku utama bom ikan bisa dibebaskan dan tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Terkait dengan beredarnya rekaman tersebut, pegawai Kelautan dan Perikanan yang juga merupakan pelapor, Djunaedi mengaku heran dengan hal itu. Padahal menurutnya, rekaman tersebut merupakan salah satu barang bukti yang sudah diserahkan ke Propam Polda Sulselbar

“Saya tidak tahu bagaimana rekaman pembicaraan (suap) itu beredar,” tutur Djunaedi, seperti dikutip dari Kompas.com.

Djunaedi menjelaskan, dugaan penyuapan yang melibatkan oknum polisi ini terbongkar saat petugas pengawasan dari Dinas Perikanan dan Kelautan merekam aktivitas para pelaku bom ikan melalui video. Rekaman tersebut diambil di perairan pantai Tanjung Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, saat para pelaku beraksi.

Setidaknya, ada 9 pelaku yang berhasil diamankan oleh pihak Dinas Perikanan dan Kelautan. Namun, akhirnya kasus tersebut diserahkan ke tim Buser Polres Bulukumba. Barang bukti berupa, detonator, kompresor, kapal sampan, dan satu peti ikan juga ikut diserahkan.

Anehnya, jelas Djunaedi, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh Polres hanya ada satu nama yang dijadikan tersangka. Sementara pelaku utama, Hal bersama dengan tujuh pelaku lainnya justru dilepas.

Melihat hal itu, akhirnya Djunaedi pun langsung melaporkan adanya dugaan suap yang dilakukan Hal kepada pihak polisi. Djunaedi juga memberikan bukti rekaman suara yang saat ini sudah beredar luas ke masyarakat.

Share this post:

Recent Posts