Kenapa Seorang Mahasiswi Menjadi Ayam Kampus? | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Poker Online Poker Online Terpercaya Bandar Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Kenapa Seorang Mahasiswi Menjadi Ayam Kampus?

Poker Online Poker Online

Kasus Maharany Suciyono, mahasiswi yang ditangkap sedang bersama Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien oleh KPK terkait suap impor daging sapi, membuktikan masih adanya praktik menyimpang di masyarakat.

Kenapa seorang mahasiswi menjadi ayam kampus?

Sosiolog Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar mengatakan, ada beberapa hal yang membuat seseorang melakukan perbuatan tercela tersebut, di antaranya adalah usaha memenuhi kebutuhan gaya hidup.

“Dalam kasus saudari M, saya bisa mengkategorikannya ke dalam corruption by need. Dia memerlukan biaya untuk mengikuti gaya hidupnya,” kata Musni Umar kepada merdeka.com, Minggu (3/2).

Namun, lanjut Musni, jika si cewek berasal dari keluarga yang mampu, bisa menempuh pendidikan di bangku perguruan tinggi bermutu, dapat uang saku, maka perilaku tersebut bisa dimasukan ke dalam corruption greed.

Dia mengingatkan, yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anaknya tidak terjebak ke dalam perilaku tidak sehat ini dengan memperhatikan perubahan di diri anaknya.

“Terutama perubahan ekonomi. Perhatikan, apabila anaknya tiba-tiba memiliki barang mewah, itu harus dicurigai,” ujarnya.

Tapi dia mengingatkan orang tua, agar jangan menanyakan secara langsung setiap perubahan di diri anak mereka.

“Tanya baik-baik, kalau perlu ada harus bisa memata-matai, agar tidak terlanjur terjerat kesusilaan,” katanya.

Musni Umar mengingatkan, permasalahan di atas tidak bisa ditanggung sendiri oleh sang remaja. Ada tanggung jawab berbagai pihak, di antaranya orang tua, teman, dan lingkungan perguruan tinggi.

“Lingkungan tidak boleh tidak peduli dengan permasalahan ini. Lingkungannya seperti orang tua, teman, tempatnya kuliah harus mengontrol dalam memilih pergaulan, memberi informasi agar jangan terjerembab dalam perbuatan yang tercela,” katanya.

Share this post:

Recent Posts