Mitos Tentang Foto Bertiga | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Poker Online Poker Online Terpercaya Bandar Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Mitos Tentang Foto Bertiga

Poker Online Poker Online

Didunia ini banyak sekali cerita yang meliputinya dari yang rasional maupun non-rasional. Memang benar, banyak hal yang tidak bisa kita jelaskan dengan logika. Angin, malaikat, rasa sakit, atau pertanyaannya lebih dulu mana ayam atau telur, kenapa mata diciptakan dua sedangkan hidung dan mulut manusia masing-masing hanya satu, dan lainnya. Begitu banyak hal yang tidak bisa kita jelaskan dengan logika. Lalu bagaimana dengan Mitos? Mitos? Apa itu mitos? Mitos adalah sebuah kepercayaan turun temurun yang (biasanya) didasari oleh pengalaman-pengalaman terdahulu.

Berbicara tentang mitos, aku punya satu cerita lagi. Pernahkan kau dengar tentang larangan foto bertiga? Foto bersama yang obyeknya orang sebanyak tiga. Konon orang yang foto bertiga akan terpisah. Dikeluarga kami memang tidak percaya hal-hal yang berbau mitos dan sejenisnya. Namun untuk hal ini? (juga tidak kok). Cuma ada cerita juga tentang hal ini =)

Begini ceritanya, entah serius atau bercanda, dari dahulu bapak kami sering sekali bilang, jangan foto bertiga ya.. dulu itu papa pernah foto bertiga sama papanya jeje sama om (yang saya lupa namanya). Ini nih fotonya. Eh setelah itu, papanya jeje pindah, om (yang satunya lagi) ditugaskan ke kota lain. Belum lagi foto yang waktu itu,, (sambil menceritakan beberapa kejadian serupa). Ya, Bapak memang bukan tipe orang yang percaya sama hal-hal begituan, sungguh! Tapi untuk yang satu ini, beliau sering mengingatkan (hanya sebagai selingan), walaupun kalau ditanya beliau juga gak begitu percaya, hanya saja actualnya seperti itu.

Mitos Tentang Foto Bertiga
Mungkin Allah juga mengujiku tentang kepercayaan akan takdir. Walau sering dinasehati (yang sambil lalu itu), tapi aku tidak begitu peduli. Hingga pernah di banyak kesempatan aku melakukannya. Dan kejadian yang sama terjadi. Ini terjadi, dimana beberapa waktu terakhir baru kusadari.

Melihat dan mengenang kembali banyak foto bertiga kami. Aku dan kedua kakakku, aku dan teman-temanku, aku dan sahabat karibku. Kami benar-benar terpisah sekarang, terpisah cukup jauh dengan skenario takdir yang tak terduga sebelumnya.

Aku cuma bisa senyum-senyum sendiri saat ini. Memang benar sih, kalau difikir-fikir setiap kita sudah punya takdir masing-masing. Dan pasti sebelum foto itu diambil, Allah sudah menentukannya kalau kami dalam foto tersebut harus berpisah. Sekarang aku tau apa yang Bapak rasakan.

Keimanan yang tidak percaya hal tersebut, tapi actual yang terjadi kebanyakan seperti itu. Tentu, ini bukan masalah foto bertiga yang lalu memisahkan kami, tapi memang sudah takdirNya yang menginginkan demikian. Yang terbaik.

Oke, ini cuma tentang cerita saja yang sebenarnya sudah takdirNya, tapi terkesan kebetulan, bukan cerita yang serius. Takdir tetap Dia yang tau. Cerita terakhir saat hari wisudaku, saat kami akan foto bertiga, aku, mama & bapak. Sebelum mau take gambar, Bapak spontan ngomong ke adik laki-lakiku yang pegang kamera:

Bapak : fotonya jangan bertiga ya Del
Adik : Iya
Aku : Gimana lagi pa, yang mau difotokan cuma kita bertiga
Mama : Gak apa-apa, biarin aja
Bapak : Jangan..
Fadel : gpp, itu dibelakang ada banyak orang kok
Bapak : Iya, diambil juga ya yang di belakang. Minimal dibackgroundnya ada ke ambil foto orang, jadi gak bertiga
Aku : ^____^’

Mitos biasanya sering kita dengar saat masih kecil, disela-sela larangan dan nasihat orang tua. Meskipun mitos juga bisa ditemui ketika kita sudah dewasa, namun mitos-mitos dimasa kecil tentunya lebih banyak dan lebih dipercaya karena sudah tertanam sejak dini. Ketika sudah dewasa ada yang tersadar akan ke-tidak-masuk-akal-an mitos-mitos masa kecil itu, namun tak jarang juga yang masih mempercayainya. Berikut adalah beberapa mitos masa kecil yang belum terbukti kebenarannya.

1. Foto bertiga
Jangan foto bertiga nanti yang tengah mati duluan, begitulah yang sering kita dengar dulu waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. Padahal umur ada di tangan Tuhan, dan manusia tidak punya kuasa atas itu. Kalau seandainya mitos ini benar, buat yang ingin bunuh diri tidak perlu repot terjun dari tower atau menyiapkan tali untuk gantung diri. Cukup ambil kamera dan ajak dua teman berpose di sebelah kanan dan kiri, maka tinggal tunggu waktu saja dia bisa meninggalkan dunia.

2. Membuka payung di dalam rumah
Ketika membuka payung di dalam rumah, pasti ibu teriak-teriak untuk mencegahnya. Lagi-lagi dengan alasan umur. Membuka payung di dalam rumah bisa bikin mati cepet. Sudah kelihatan sekali ke-tidak-masuk-akal-annya bukan?

3. Berdiri di bibir pintu
Buat yang cewek biasanya sangat dilarang ketika berdiri di bibir pintu apalagi sambil makan. Katanya sih nanti orang yang melamar kembali dan tidak jadi melamar.

4. Makan brutu ayam
Makan brutu ayam bisa bikin pikun. Entah ini benar atau tidak, yang jelas sampai sekarang belum ada artikel yang memaparkan tentang pengaruh daging ayam pada bagian tertentu terhadap kinerja otak.

5. Hujan panas
Hujan panas itu ketika hujan tapi langit tidak mendung dan malah cerah. Ketika sedang hujan panas, biasanya anak-anak kecil dilarang main keluar karena katanya ada wewe gombel sedang beranak. Seandainya cerita ini benar entah sudah berapa anak wewe gombal yang dilahirkan kedunia mengingat hujan panas tidak cuma sekali terjadi.

6. Menyapu yang bersih
Saat menyapu lantai kita pasti diwanti-wanti untuk menyapu sebersih mungkin. Orangtua sering bilang kalau menyapu tidak bersih, nanti suami atau istri kita brewokan. Sampai sekarang, mitos inilah yang paling bikin saya ngakak, masalahnya antara debu yang kita sapu dan brewokan itu amat sangat jauh hubungannya.

7. Mudah geli
Mudah geli itu maksudnya sensitive sekali dan mudah geli ketika dikelitikin. Katanya kalau mudah geli nanti istri atau suaminya ganteng. Jadi agak heran juga sama para orangtua, masa sejak kecil udah dikenalin suami-istri gitu.

8. Tidur tengkurap dengan betis keatas (jawa: ager-ager)
Tidur tengkurap dengan kedua betis diangkat keatas di daerahku sering disebut ager-ager. Pasti banyak diantara kalian yang sering dimarahi karena berpose seperti ini, karena ager-ager itu sama saja dengan mendoakan orangtuanya cepat berpulang. Ohmen, lagi-lagi masalah umur.

9. Memukul benda-benda untuk menghasilkan bunyi (jawa : kelothekan)
Memukul benda-benda untuk menghasilkan bunyi ala drummer dalam bahasa jawa sering disebut kelothekan. Banyak orangtua yang melarang anaknya untuk berlaku demikian. Karena semakin sering sang anak kelothekan maka semakin banyak hutang yang dimiliki orangtuanya. Jadi gak kebayang berapa banyak hutang orangtua para drummer papan atas. Kasian ya mereka.

10. Menduduki bantal
Orangtua sering melarang anak-anaknya untuk menduduki bantal karena bisa menyebabkan bisulan. Entah apa hubungan bantal dengan bisulan, yang jelas sampai sekarang banyak yang masih mempercayai mitos ini.
Sebenarnya masih banyak lagi mitos-mitos yang sering kita dengar di masa kecil. (Tunggu saja di edisi selanjutnya ya ^_^). Mungkin sampai sekarang masih ada diantara pembaca yang masih mempercayai bahkan sayapun juga, karena memang sudah terbukti benar adanya. Mitos berhubungan langsung dengan kepercayaan masing-masing individu yang menjadi objek. Menurut mereka bila kita percaya maka akan terjadi jika tidak, niscaya tidak akan pernah terjadi. Inilah salah satu bukti indahnya kebudayaan Indonesia dengan berbagai kepercayaan yang unik. Kita patut berbangga sebagai warga Indonesia. 🙂 (vun)

Share this post:

Recent Posts