Parah, Berhasil Bekuk Perampok, TKI Di Malaysia Malah Dihukum Mati | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Poker Online Poker Online Terpercaya Bandar Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Parah, Berhasil Bekuk Perampok, TKI Di Malaysia Malah Dihukum Mati

Poker Online Poker Online

Kuala Lumpur, lucgen.com – Dua bersaudara asal Pontianak, Kalimantan Barat, divonis hukuman mati oleh Mahkamah Tinggi, Shah Alam, Selangor, atas dakwaan mengakibatkan kematian Kharti Raja, warga Malaysia yang merampok rumah mereka. Dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut adalah Frans Hiu, 22, dan Dharry Frully Hiu, 20.

Parah, Berhasil Bekuk Perampok, TKI Di Malaysia Malah Dihukum Mati

Atas keputusan ini, keduanya, pada Kamis (18/10/2012) langsung mengajukan banding ke mahkamah banding (mahkamah rayuan) karena merasa tidak bersalah dalam kasus itu. Pengajuan banding tersebut disampaikan kuasa hukum dua WNI yang bekerja sebagai penjaga Play Station di Malaysia, Yusuf Rahman.

Dalam pembelaannya, Frans Hiu dan Dharry Frully Hiu menjelaskan pada saat kejadian awal Desember 2010 tersebut keduanya sedang tidur di rumahnya, nomor 34 Jalan 4, Taman Sri Sungai Pelek, Sepang, Selangor. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh seseorang yang masuk ke rumah mereka melalui atap.

Frans berusaha menangkap lelaki berpostur tinggi besar yang masuk ke rumah mereka hingga sempat terjadi perkelahian, sementara Dharry berusaha lari karena takut melihat pencuri tersebut. Setelah beberapa lama bergelut, Frans berhasil menangkap si pencuri dan menguncinya dari belakang hingga yang bersangkutan kehabisan napas dan meninggal.

Namun dalam sidang putusan yang digelar hari Kamis (18/10), hakim tunggal Nur Cahaya Rashad mengabulkan dakwaan jaksa penuntut umum Zainal Azwar yang menjerat keduanya dengan pasal 302 Undang-undang pidana Malaysia dengan hukuman maksimal gantung sampai mati. [ant]

Share this post:

Recent Posts