Saddam Husein Punya Al-Qur’an dari Darahnya Sendiri | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Poker Online Poker Online Terpercaya Bandar Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Saddam Husein Punya Al-Qur’an dari Darahnya Sendiri

Poker Online Poker Online

Pemimpin Irak, Saddam Hussein pernah mengambil praktek yang serupa namun pada tingkat yang berbeda. Ia pernah menugaskan seorang kaligrafer untuk membuat salinan Al-Qur’an, dengan menggunakan darahnya sendiri sebagai tinta.

Saddam Husein Punya Al-Qur'an dari Darahnya Sendiri

Simpang siur tentang bentuk Quran dari tinta darah almarhum Saddam Hussein. Foto versi pertama.

Saddam Husein Punya Al-Qur'an dari Darahnya Sendiri

Simpang siur tentang bentuk Quran dari tinta darah almarhum Saddam Hussein. Foto versi kedua.

Salinan itu dibuat di akhir tahun 1990-an. Dengan dalil sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah Swt, Saddam menyumbangkan 27 liter darahnya, dalam waktu dua tahun, sebagai pengganti tinta.

Peninggalan Saddam tersebut saat ini disimpan di sebuah ruangan dengan tiga pintu terkunci di masjid di Baghdad. Pemerintah Irak harus menentukan pilihan yang sulit dan harus segera diambil terkait salinan Quran itu: dihancurkan atau dipertahankan mengingat kebrutalan diktator.

Saddam pun menyadari atas proyek kontroversinya itu akan ramai dibicarakan, mengingat salinan Al Quran yang dibuat dengan darah manusia sebenarnya tabu dalam budaya islam.

Konservator di Museum Winterthur sekaligus profesor University of Delaware, Bruno Pouliot, mengatakan dari sisi seni, darah biasa digunakan untuk melukis atau menulis.

Tapi, itu biasanya menggunakan darah hewan bukan manusia, meski ada juga seniman yang memakai darah atau rambut manusia dalam karyanya. “Yang biasa digunakan adalah darah sapi,” ucapnya, seperti dilansirOdditycentral.com.

Penggunaan darah manusia, kata Pouliot, sangat terkait persoalan etika. Bahkan dalam seni sekalipun, penggunaan darah manusia ditabukan. “Tabu, karena berkaitan dengan risikonya,” tambahnya.

Risiko dimaksud terkait penyakit berhubungan dengan darah seperti Ebola, Hepatitis B, dan HIV. Sementara itu Wakil Direktur Eksekutif Pusat Darah Amerika Serikat, Celso Bianco, mempertanyakan kebenaran penggunaan darah Saddam Hussein yang mencapai 27 liter dalam dua tahun.

Menurut regulasi di AS, donor darah yang dibolehkan hanyalah lima atau enam liter selama satu tahun, atau kurang dari segalon. Normalnya, 27 liter darah Saddam itu diambil selama sembilan tahun. ”Ini jumlah yang luar biasa. Kalau angka itu benar, pasti dia anemia,” kata Bianco.

Share this post:

Recent Posts