Waduh, Nyamuk Ternyata Bisa Berpikir Saat Menyerang Manusia | Terasing.com | Cerita Dewasa | Foto Hot | Prediksi Bola

Online Betting Terpercaya Poker dan Domino Online Terbaik Agen Bola Domino Online, Dominobet, Agen Poker, Agen Domino Terpercaya Agen Domino Online Agen Bola Agen poker, judi poker Poker Online Poker Online Terpercaya Bandar Online Terpercaya Pokerclub88 Capsa Susun Bandar Q Bandar Q Agen Online Terpercaya Agen Poker Domino99 Capsa AduQ BandarQ Online Agen Togel Online Asli4D Agen Poker BandarKiu Online ituQQ Agen Judi BandarQ BandarPoker Domino Online Indonesia Agen Judi Online Casino & SportsBook Agen Poker Domino QQ Online Agen Poker Domino QQ Online Judi Poker Domino 99 Online Judi Poker Domino 99 Online Agen Togel Nasional Online Poker Online Judi Casino dan Togel Online Indonesia Poker Online
Top Live Score dan Prediksi Online Live Togel Agen Judi Bola SBOBET Casino & Taruhan bola Online
Texas Poker Uang Asli Golbet88 - Agen Bandar Betting Bola Online

Waduh, Nyamuk Ternyata Bisa Berpikir Saat Menyerang Manusia

Poker Online Poker Online

Nyamuk, serangga kecil penghisap darah ini ternyata pintar. Terutama bisa mengubah pola serangan saat mencari mangsa – darah manusia. Bukti ini ditemukan para peneliti dari Prancis.

Nyamuk

Dua desa di pedalaman Afrika yang sebelumnya sering diserang nyamuk malaria akhirnya menggalakkan program pemasangan kelambu agar orang bisa tidur nyaman, tanpa takut digigit nyamuk. Awalnya, program ini terlihat berhasil. Tapi ternyata setelah beberapa saat, nyamuk di wilayah tersebut yang biasanya menyerang sekitar pukul 2.00 – 03.00 dinihari kini malah menyerang sekitar jam 5.00 pagi saat manusia mulai bangun. Bahkan, diberitakan serangan nyamuk di luar rumah meningkat tajam.

Penelitian ilmuwan Prancis ini diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases. Laporan dalam jurnal menyebut serangan di luar rumah meningkat 68 persen setelah program pemakaian kelambu.

“Temuan ini sangat mengkhawatirkan, karena warga desa biasanya bangun sebelum fajar untuk bekerja di kebun mereka, itu mebmbuat mereka tidak bisa dilindungi oleh kelambu,” tulis peneliti senior, Vincent Corbel dari Montpellier, Prancis.

malaria

Kelambu, atau jaring nyamuk yang dipakai di desa pedalaman Afrika ini sesungguhnya mengandung insektisida guna menekan kematian akibat malaria. Berdasar laporan dari Cochrane Collaboration, diperkirakan bahwa untuk setiap 1.000 anak yang dilindungi oleh jaring insektisida, lima sampai enam nyawa akan diselamatkan setiap tahunnya.

Share this post:

Recent Posts